Selamat Welcome

Selasa, 15 Juli 2014

Tentara Israel Sebenarnya Pengecuut

Jelajah dunia Maya, gue menemukan sumber yang menceritakan tentang Zionis-Israel yang di muka kan hebat oleh media-media dengan bualannya. Ya, kita semua berfikir mungkin demikian bukan? Kaum mereka memang di nilai dunia memang CERDAS tapi nyatanya melawan ORMAS saja masih kesulitan untuk saling libas. Oke ini artikelnya:

***
MITOS TENTARA ISRAEL

Salah satu mitos yang paling banyak digembar-gemborkan kaum Zionis, adalah klaim bahwa tentara Zionis-Israel merupakan tentara yang paling canggih peralatannya, paling kuat staminanya, paling berani nyalinya, paling cerdik strateginya, dan paling hebat segala-galanya.

Banyak kalangan kena tipu oleh klaim tidak berdasar ini. Bahkan perwira Indonesia juga banyak yang terkecoh dengan promosi Zionis yang menyebutkan bahwa senjata buatan Israeli Military Industries (IMI) merupakan yang terhebat di dunia. Beberapa tahun lalu kita tentu pernah mendengar kontroversi pembelian sejumlah senjata api buatan Israel yang dilakukan militer kita.

Salah satu senjata api yang jadi dibeli TNI adalah sejenis Assault Rifle (Senjata Serbu) bernama Galil-Galatz/99R yang telah dimodifikasi menjadi senjata sniper dengan tambahan teropong dan dudukan di depan magasinnya. Senjata dengan kaliber 7, 62 mm ini oleh IMI dipromosikan sebagai senjata andalan IDF dan termasuk senjata sniper multi target, bisa menembak personel maupun anti-material.

Benarkah Galil-Galatz/99R ini hebat? Ternyata tidak sepenuhnya benar. Menurut review Jane’s Defense International yang melakukan perbandingan (benchmarking) terhadap sejumlah senjata sejenis, disimpulkan bahwa Galil-Galatz/99R jempolan hanya di harga jual alias mahal harganya, sedangkan tingkat akurasi payah.

Senjata made in Israel ini berada di bawah senjata sejenis seperti M76/SVD Dragunov (Rusia), L96A1/Magnum (Inggris), Barret 82 (AS), Heckler & Koch PSG-1 (Jerman), dan FR-F2/F1 (Perancis).

Bukan itu saja, salah satu kebohongan yang dilansir tentara Zionis ini adalah tentang kehebatan Tank Merkava sebagai tank serbu yang sangat lincah, dahsyat daya hantamnya, dan kuat lapisan bajanya. Mitos tank Mekava hancur beberapa bulan lalu saat tank-tank andalan AB Israel ini banyak yang hancur-lebur jadi korban hantaman misil-misil panggul milisi Hizbullah di Lebanon.

KOPASSUS ISRAEL PENGECUT

Seorang dokter yang banyak melanglang buana ke banyak daerah konflik dunia seperti Afghanistan, Irak, Palestina, beberapa bulan lalu baru tiba dari Lebanon. Saat itu perang antara tentara Zionis-Israel melawan milisi Hizbullah baru saja berakhir dengan kemenangan di pihak Hizbullah.

Dokter ini membawa oleh-oleh cerita yang dia dapat dari lapangan. Dia sempat bertemu dengan sejumlah tokoh puncak HAMAS dan Hizbullah dan mendapat banyak informasi menarik yang bisa diambil sebagai pelajaran.

Ada dua peristiwa menarik. Yang pertama, saat pasukan elit Israel, Brigade Golani, menyerbu Bent Jubail, sebuah wilayah yang dikenal sebagai salah satu basis Hizbullah di Lebanon.

“Tidak ada yang mengetahui siapa saja anggota gerilyawan Hizbullah. Mereka sehari-hari bekerja sebagai penduduk biasa. Ada yang jualan buah, dagang di pasar, dan sebagainya. Namun ketika ada tanda bahaya bahwa tentara Israel menyerbu, maka semua ‘orang biasa’ itu lenyap. Pasar jadi sepi. Mereka semua mengambil senjatanya yang entah disembunyikan di mana dan berlarian secepat kilat menyongsong kedatangan tentara Zionis, ” ujar dokter tersebut.

Hal ini membuat kaget Brigade Golani Israel dan mereka kemudian kabur secepatnya. Banyak anggota milisi Hizbullah mengeluh kecewa karena tidak jadi bertempur satu lawan satu melawan tentaranya Yahudi ini. Yang kemudian datang adalah heli-heli Apache Israel yang menyemburkan ribuan peluru dan rudal-rudalnya ke bawah.

“Kepada saya, orang-orang Hizbullah ini bercerita bahwa tentara elit Israel itu pengecut-pengecut. Tidak berani bertempur secara jantan, berhadapan muka, ” tambahnya.

“Saya juga menanyakan kepada orang-orang Hizbullah ini mengapa RPG mereka bisa menghancurkan tank-tank Merkava Israel yang diklaim sebagai tank yang hebat. Orang-orang Hizbullah ini tertawa dan menyatakan bahwa yang mereka panggul bukan lagi RPG jenis konvensional, tapi sudah semacam misil panggul sejenis misil Milan yang memiliki daya rusak yang jauh lebih dahsyat, ” lanjut dokter tersebut.

Dokter ini juga memaparkan saat tentara elit Israel dari Brigade Golani ini dikepung gerilyawan Hizbullah di sebuah rumah sakit di Lebanon. “Saat itu malam hari dan gelap gulita. Diam-diam dari atas heli Apache yang mengaktifkan sistem senyap, sehingga sama sekali tidak mengeluarkan suara, puluhan personel tentara Israel turun lewat tali yang dijulurkan ke bawah. Mereka segera mendobrak rumah sakit untuk mencari orang-orang Hizbullah yang bersembunyi di lokasi ini. ”

Hanya saja, tentara Israel ini tidak tahu bahwa kontra-spionase yang dijalankan Hizbullah jauh lebih cerdik. Rencana pasukan elit ini sudah bocor sehingga rumah sakit tersebut telah dikosongkan. Bahkan di sekitar rumah sakit sejumlah gerilyawan Hizbullah telah mengepung lokasi tersebut dengan senjata siap ditembakkan.

“Jadilah malam itu bagaikan neraka bagi tentara elit Israel ini. Mereka menjadi sasaran empuk rentetan tembakan yang dilakukan gerilyawan Hizbullah dari segala penjuru. Banyak yang tewas bersimbah darah. Tiba-tiba Apache berdatangan dan melakukan manuver bantuan kepada tentara Israel yang terjebak. Sejak kejadian di rumah sakit itu, tidak pernah lagi Brigade Golani melakukan serbuan besar-besaran dan sendirian, ” lanjutnya.

Menurut sang dokter, umat Islam seharusnya jangan pernah termakan klaim-klaim palsu yang segaja disebarluaskan media-media Zionis. “Mereka bukan kaum yang hebat. Mereka itu pengecut, jadi kita jangan sampai menderita rendah diri di hadapan mereka. Kita harus yakin bahwa umat Islam adalah umat terbaik di muka bumi. Kita harus bekerja keras untuk mewujudkan hal itu. ”

Mereka tidak akan memerangi kamu dalam keadaan bersatu padu, kecuali dalam kampung-kampung yang berbenteng atau di balik tembok...(QS. Al-Hasyr: 14)

( * Hizbullah dan Hamas yang berada di Libanon hanyalah Ormas dan bukan pasukan Pemerintah. Keberadaan meraka diijinkan pemerintah Libanon karena terbukti mampu mempertahankan Libanon dari Agresi Israel. Israel kalang kabut menghadapi Ormas Hizbullah saat menyerbu Libanon beberapa tahun yang lalu. Merekapun gagal menaklukan Ormas Hamas di Gaza yang bersenjata seadanya dibanding Israel yang punya Tank dan pesawat Tempur * )

sumber: https://www.facebook.com/notes/200000000-facebooker-dukung-negara-kirim-tentara-untuk-bebaskan-palestina/tentara-israel-sebenarnya-pengecut/127869980574881


Senin, 14 Juli 2014

Datang Pergi Sesuka Hati

Gini deh ada yang mau gue curhatin ngga jelas. Selagi gue ngerasa ngejomblo itu bikin gue meriang karena butuh banyak kasih sayang dari seseorang yang emang bisa merhatiin gue apa adanya, ada bener ada salahnya.

Masa lalu gue berdatangan sesuka hati. Dari yang paling dalem sammpe yang super nyakitin.

Pertama mantan gue yang namanya Lidya, dia tau-tau ngirim gue surat via Facebook, nanyain kabar ini dan itu, bilang kangen. Sumpah gue kaget setelah gue kepoin tuh Facebooknya dia, ternyata dia udah nikah! Umurnya baru 19 tahun dan ngga banget kayaknya kalo udah nempuh rumah tangga! Dia masih sangat anak-anak, kemudian bilang "Aku Masih Sayang Kamu Bis". Gila! gue coba mulai ungkapin kalo yang dia lakuin salah untuk ini, dia udah punya Suami dan ikatan, kenapa malah masih bisa-bisanya berperilaku seperti ini ke gue? Dulu aja lu lebih milih suami lu itu yang suka banget nyakitin lu bukan milih gue yang lu bilang suka manjain lu. Walau muncul godaan disini untuk berhubungan kembali, tapi gue mencoba buang jauh-jauh pemikiran itu karena dia Istri orang! Dan akhirnya...dia sudah terlewatkan dan gue harap jangan pernah kembali!

Kedua, Aina, ini dia Teman Kecil dan Seseorang yang sangat spesial dari gue kecil sampe detik ini.
Senin siang tepatnya saat gue sedang kerja dan berada di kawasan Mall Mangga Dua tiba-tiba SMS dateng dan di pesan itu tertulis "Nyet pin lu berapa sih sekarang? Gue kangen".
Wah gue kira ini emang bener-bener peluang, ah dia emang seseorang yang masih gue harapin tapi kan dia udah punya cowok, jangan bego aje. Cuma itu yang terbesit sih di logika gue.
BBM pun kini kembali berdenting dengan pesan dari Aina dan Bisma, semua yang kami obrolin selalu bego dan menyenangkan, saling sapa dengan sapaan Monyet untuk gue-Kunyuk untuk Aina, karena emang dari kecil kami sering kata-kataan ampe kebawa sampe sekarang. Dan dia tiba-tiba bilang "Nyet gue putus tau". "Ah Gila! Dia udah putus! Horeeeeee!" Ungkap seneng gue dalem hati! Dan saat gue tanya apakah ada lagi peluang gue untuk kembali sama dia, dia cuma bilang "Masih aja lu Nyet nanyain ini, gue masih belom bisa lupain dia juga!"
Yah elaaaahhhh lu dateng lagi sekarang karena lu putus dan lu butuh tempat bersandar gitu? Dulu-dulu saat lu bahagia lu kemane? Saat gue lagi butuh lu, lu dimane? Nyuk-Nyuk, kadang kisah romansa kita itu emang aneh, terlalu dalam, tapi ngga tau nantinya gimana, kita pun bodo amat kan dengan status kita? Yang penting LU EMANG TEMEN KECIL GUE YANG BANGKEK, AINA YANG NGGA PERNAH BERUBAH DAN SELALU KATA-KATAAN MULU SAMA SI BISMA, NGGA PERNAH ALUS, SELALU KASAR, TAPI GUE SUKA.
Gue akuin gue ngerasa nyaman Nyuk dengan lu yang butuh tempat bersandar, elu ngerasa kayaknya cuman gue yang bisa ngertiin lu disaat ancur kayak gini, tapi disaat gue ancur lu jarang ada, hahaha.
Sekarang lu kemana lagi? Ilang lagi? Atau sibuk ingin berkemas kembali kehati kekasih lu yang itu? Silahkan lah itu keputusan lu jalanin hidup Nyuk, asal lu bahagia, gue mah ikut bahagia.

Ketiga, si Hida Penguin. Awalnya emang keisengan gue dengan add Facebooknya lagi dan di Sabtu dinihari itu terlintas kembali memori saat masih sama-sama dengan dia. Sempet gue tulisin sesuatu buat dia di blog ini dan ternyata dia udah baca. Apa tanggapannya?
"Udah baca so sweet. Haha :D Nanti kita ketemu ya, tapi aku izin cowok aku dulu ya, kamu udah gak suka aku kan? Siapa tau boleh :) "
Harap-harap pun berdatangan dengan ingin bereuni kembali dengan seseorang yang indah dimasa kuliah dulu. Selang dua hari kemudian timbul sesuatu di inbox untuk dibaca, dan itu pesan dari si Penguin "Gue gak bisa ketemu, sorry ya."  Yah udah bisa gue duga, kemungkinannya 30:70 ketemuan, 70% nya tuh ngga ketemu. Hahaha.

Hela nafas panjang lah gue selagi emang hari-hari gue masih menyenangkan dengan temen-temen yang bisa bikin ketawa, dan pekerjaan baru gue yang menyenangkan. Ngejomblo juga punya plus minus, tapi gue lebih ngerasa ke Plus nya. Karena apa? Bebas ngapa-ngapain, dekat sana-sini, dan ngirit duit juga. Tapi gue juga ingin di perhatiin dan di ingetin. Lah? Emak gue? Harusnya itu yang gue pikir ya, emak gue lebiih telaten ngingetin gue ini dan itu. Hati gue bukan hotel yang dengan mudah mereka datangi dan mudahnya juga ditinggalkan kalo udah dibayar.
Tinggal tunggu aja siapa yang kelak jadi pendamping gue, harusnya gue ngga perlu terburu. Kali aja gue bisa bikin How I Met Your Mother Hahahahaha!

Jangan Asal Acungkan Jari Tengah

Ada kejadian bego yang gue alamin saat hari Jum'at. Saat gue udah selesai ngejalanin tugas dari kantor, gue yang dalam perjalanan pulang, sedang ada di kawasan Jl.MT Haryono arah Cawang-Halim Perdanakusuma dan lagi dengerin lagu Arctic Monkeys ngeliat seseorang menaiki motor Piagio Warna Biru Langit Masa Kini (Vespa Matic) yang gue rasa dia adalah temen nongkrong gue yang emang jarang ketemu.

Namanya Fian panggilannya Menyeng, nih orang naekin motor woles amat, stay cool, manteb lah. Nah karena gue yakin ini orang si Menyeng ya gue samperin, nge-gas penuh si Hellboy terus ngelaksonin doi. Lagu Arctic Monkeys yang red light indicates doors are secured dikuping lagi enak-enaknya nih gue denger. Belagu lah gue, ngeduluin nih orang ber-Vespa matic dan nge-Fuck You-in dia sambil nyengir tengil. Nih orang pun yang gue heran woles aja, pake Helm Italia dan kacamata item, senyum tengil juga. Cuman dia sama sekali ngga bales kelakson gue dan neriakin nama gue.

Jalanan kini bercabang, kalo belok kiri ke arah cawang, kalo lurus ke arah Halim. Nah nih orang kenapa terus arahin motornya ke kiri? Kalo emang nih temen gue harusnya dia ikut ke arah Halim.
Sepersekian detik gue mulai sadar, kalo:
1. Helm Menyeng itu warna coklat seinget gue;
2. Ngga mungkin menyeng suka Italia, dia pecinta Inggris, Liverpool dan Gerrard;
3. Dan dia bukan menyeng!

Gue langsung tancep gas dan ngelaksonin nih orang. Gue buka kaca helm dan gue pepet, kesannya kayak pengen ngajak berantem tapi malahan...
"Bang Maap Bang Gue kira lu temen gue, sorry nih bang sorry kagak enak gue jadinya!" sapa gue sambil ketawa-tawa bego ngeramah.
"Ngga ngapa bang nyantai aja hahaha" Dia pun asik balesnya sambil pake aksen rada Sunda sambil ketawa-tawa.
Lalu kami berpisah arah dengan si Mas ber-Piagio Matic biru ke arah cawang Otista dan gue nanjak ke arah Halim Perdanakusuma.
Malu banget sumpah! Demi Allah! Berasa mimpi aja itu gue di jalanan ngendarain Hellboy tadi ada kejadian kayak gitu, kelewat dongo lu Bis!
Untungnya ini Indonesia, ini Jakarta, dan ini bukan negara negeri Barat sana. Kalo gue berperilaku demikian samanya dengan ngacungin jari tengah ke arah orang yang gue anggap kenal tapi ternyata tuh gue salah orang. Jangan harap gue bisa ngetik cerita-cerita di blog ini lagi deh. Wassalam.

Sabtu, 14 Juni 2014

Gempita Kutub dari Salemba Hingga Detik Ini

Pagi ini semuanya mungkin sedang dalam riuh-riuh euforia Belanda yang taklukin juara dunia Spanyol dengan murkanya. Hahaha. Tapi persetan lah dengan itu, karena disini ada sebuah cerita lain selagi Piala Dunia berlangsung.

Ada seseorang yang tiba-tiba gue kangenin, dia memang orang yang bisa dikatakan teman, sahabat, gebetan, pacar, tapi engga pernah jadi-jadi pacar. Yup si Penguin terlintas lagi di kepala gue setelah 5 menit mainin Google. Searching apa aja yang terlintas di kepala gue sambil dengerin alunan Kearifan Kasih dan Redundant, ya...

Cuman facebook, blog, tumblr, dan myspace yang gue temuin. Padahal gue pengen yang lain bisa gue jelajahi berdasarkan namanya yang aneh, karena dengan predikat yoon atau yonlee yang jadi buntut nama manis ke-Indonesiaannya itu gue engga bisa berkata-kata lagi.

Sempet gue alamin kejadian ngga enakin karena setelah sekian lama gue dan dia ngga pernah kontak-kontakan, malah yang ada berantem sama pacarnya yang tercinta, yah disangka modus lah gue, disangka bla-bla-bla, dan begonya dia pun malah lebih ngebelain perasaan cowoknya ketimbang gue temen lamanya banget. Ahahaha, biasa itu terjadi terhadap lawan jenis yang memang hampir mengusung suatu hubungan tapi engga jadi-jadi sampai detik ini karena pembahasan yang dibilang "Udah nyaman kita begini aja..." Jadian kagak, cuman jadi-jadiin sandungan dan pelampiasan, jujurnya sih begitu. Bener?

Saat gue masih satu kampus dengan dia, hampir semua temen-temen gue sepakat kalo gue dan dia udah kayak orang pacaran, ya karena emang nampaknya deket dan terlalu deket. Walau kami berdua selalu ngelak dan ngerasa ngga ada apa-apa di antara kami saat itu. Dia pun sempet bilang sesuatu yang masih gue inget sampe sekarang ini:

"Aku ngga tau Ma kalo ada kamu nanti aku mau percaya sama siapa lagi..."


Cuman saat itu gue lagi bener-bener diambang frustasi dan bilang sama dia kalo gue akan keluar dari kampus karena ngga betah lagi, raut nya waktu itu antara yakin ngga yakin, percaya ngga percaya, dan akhirnya semua menjadi nyata ketika gue di 2012 ngga pernah nongol lagi di kampus. Sejak saat itu gue engga tau apa yang terjadi dengan dia, begitu pun dengan gue yang dia tau saat itu gimana. Cuman sebuah kalimat yang gue sampein ke dia:

 "Hidup kamu itu kan kamu yang jalanin, jadi harus percaya sama diri kamu sendiri, kan udah dewasa"


Mau di ceritain sedemikian apapun, gue ngerasa kisah gue dan dia ini emang manis, cuman munafiknya juga sama-sama, itu menurut gue.

Selucu apa gue saat itu jemput dia dengan Hellboy terus ditilang sama Isilop karena lewat jalur cepet di Perumpung? Akhirnya kami pun ketilang gue juga harus serahin STNK karena gak punya SIM.
Sekuat apa gue saat itu nganterin dia dengan Hellboy yang pengen ketemu sama cowoknya di Cilandak Town Square setelah pulang kuliah? Dia dengan cantiknya keluar dari gang diliatin seluruh anak kampus, diboncengin gue yang saat itu pun pundak gue jadi bantal untuk dia tertidur pulas saat gue anter dari Salemba sampe Cilandak.
Dan sesakit ikhlas gimananya gue disaat beberapa tahun gue dan dia ngga pernah tegur sapa, mau ajak ketemuan, malah hasilnya nyakitin juga hanya bikin gue nyengir karena kegoblokan gue yang terlalu ngarep lebih mau temuin dia, ditambah gak tau ternyata dia juga lebih memenangkan cintanya ketimbang seorang yang dulu punya andil di kesehariannya.

Kalau pun dia menyimak semua, ingin bertemu gue lagi suatu saat, gue mau tunjukin satu tempat yang sakral untuk gue datengin bersama semua temen gue. Saat itu mungkin gue bakal cerita banyak hal sama dia gimana pasca kita berpisah 3 tahun lalu.

Ingat lirik yang sering kita nyantikan, dari band yang sama-sama kita suka, kita bukan idiot.

Sabtu, 29 Maret 2014

Pegel

Pegel kaki sehabis kecelakaan lenih baik daripada pegel hati loh.
Tapo champ man ngenantu semua pemulihan.

Jumat, 28 Maret 2014

4 tahun

Sebenarnya apa yang terbesit dari nuraniku?
Perasaan setelah lelah hingga jadi indah
Dan setelah indah malah jadi musnah?

Rupanya memang kau masih belajar jadi wanita yang baik?
Padahal kau sudah baik yang terlihat bukan di balik bilik
Rupanya juga kau masih belajar jadi wanita setia cantik?
Memang benar kau sudah banyak di ilhami teoristik

Tapi tunggu dulu
Jangan buat dirimu kembali seprrti batu
Lucu?
Ingat kembali tawa kita sore itu
Apa benar kita saling tulus atau saling tipu?

Sekarang apa benar aku harus enyah?
Seperti dapatkan undiah jika beruntung
Mau dikata apa aku memang tidak di rundung sial
Jika berkaca pada kontak lensa matamu mana yg jelas?
Saat duduk atau berdiri?
Saat tiba atau pulang?
Saat makan donat atau membahana larut dalam nada hingga muncrat?

Sudah banyak pertanyaan
Tidak kunjung ada jawaban
Terimakasih tentang "lupakan"
Maafkan tentang "tinggalkan"

Rawan pelacur di sigap nasib
Tapi yang pasti kau datang untuk membuatku menjerit!

Kamis, 27 Maret 2014

Ruang 08

Seserius apa pertemuan kita siang itu?
Entah lah, yang pasti disana ada setitik renungan pilu
Empat tahun terasa cepat memang untuk kita yang memang seperti batu
Ya, batu...
Sama kerasnya ketika jadi karang yang enggan mendayu
Tetapi akan elok jika kita ingat jika pernah saling cumbu

Sumringah nada bahagia 4 jam kita disana
Bicarakan masa lalu, masa depan, matrealistis, juga suapan tawa sinis membirukan nuansa
Jangan kira aku akan berbohong
Tidak, tidak akan...
Jika remasan ucapan dan nafasku tak cukup menggagumu
Aku siap untuk kau tampar siang itu
Tapi kenyataannya berbeda
Kau malah menyambut, berbisik, erat-erat menggenggam jemariku
Lalu?

Aku tak ingin jadi pelebur kebahagiaan 30 bulananmu
Tapi aku juga ingin dimanisi layaknya 4 tahun lalu

Kita saling sesal?
Sama hinanya?
JELAS

Beritakan hangatnya empat jam kita di bawah alam sadar ini
Kau dan aku pun sepakat jika ini seperti dalam mimpi
Tapi pelukan di penghujung petang bukqn perpisahan kan?
Sama busuknya, sama gilanya, tinggi ikhlasnya, tapi beda cintanya
Apakah ruang itu akan banyak bercerita ke banyak orang yang bersenandung?
Cuma kita yang tenggelam dan tahu hari itu.